Thursday, December 1, 2016

Dua jenis marketing

Ini ada artikel bagus dari grup sebelah

ON LINE vs OFF LINE
Marketing Online
1. Google Adwords
Program pengiklanan dan pemasaran berbayar, biasanya untuk menaruhkan halaman situs web milik Anda ke posisi teratas pada mesin pencari Google dengan keyword tertentu. Marketing online ini terbilang tidak murah, tetapi juga tidak terlalu mahal.

Anda dapat menjangkau orang-orang yang potensial untuk menjadi konsumen mengingat kemunculannya berdasarkan keyword yang ditulis. Bahkan kemunculan iklan Adwords juga bisa disetting sesuai domisili area. Sayangnya, Adwords terbatas oleh waktu, jika masa aktifnya habis maka iklan Anda hilang dan terbatas bagi pengguna internet saja.

2. Facebook Ads
Kali ini Anda bisa memanfaatkan media sosial untuk marketing online, salah satunya adalah program Facebook Ads yang menawarkan promosi halaman fanspage, promosi konten postingan, dan promosi web melalui media sosial. Sangat berpotensi karena pengguna Facebook yang mencapai miliaran di dunia, lagipula iklan bisa disetting berdasarkan domisili, usia, jenis kelamin dan lain-lain.

Orang yang melihat iklan Anda bisa masuk dan Like halaman kemudian selalu mendapatkan informasi dari postingan fanspage Anda. Harga yang relatif murah, ada jasa yang menawarkan Rp 300 ribu untuk menjangkau 50 sampai 100 ribu pengguna. Sayangnya pengiklanan ini tidak menjangkau orang yang tidak memiliki Facebook atau mungkin sudah jarang membuka Facebook.

3. Hosting dan Domain Website
Sebuah strategi pemasaran yang cukup berkelas, Anda akan memiliki halaman website sendiri untuk brand sendiri bukan numpang. Sebenanrya biayanya relatif murah, namun jika Anda menggunakan jasa pembuatan website tentu bisa mahal. Brand Anda bisa terakses secara online dengan alamat sendiri, memiliki tempat untuk mengunggah foto, menuliskan deskripsi dan lain-lain.

Berpotensi juga masuk ke mesin pencarian Google. Sayangnya marketing ini hanya terbatas pada pengguna internet, dan bila belum terindex dengan baik pada Google otomatis yang mengakses hanya orang yang mengetahui alamat web atau yang mendapatkan link.

Marketing Offline
1. Papan Reklame
Jika penempatannya di pinggir jalan yang ramai, tentu efektif dan menjadi strategi marketing dan branding yang cukup ampuh. Apalagi jika didukung dengan ukuran reklame yang besar dan jelas. Maka dari itu ada banyak perusahaan besar yang suka memasan reklame besar dipinggir jalan.

Kekurangannya, Anda memerlukan biaya pembuatan reklame yang mahal dan sewa space yang juga mahal tergantung lokasi dan keramaian jalan. Selain itu papan reklame terbatas hanya diketahui oleh orang yang melintasi jalan tersebut.

2. Poster atau Brosur
Cara promosi dan pemasaran offline selanjutnya yang juga cukup populer adalah membuat poster dan brosur. Kelebihannya cukup banyak, bisa menjangkau orang yang tidak mengakses internet. Pengenalan produk dan brand dengan brosur lebih efektif karena orang akan membaca langsung, apalagi jika tertera gambar dan deskripsi lengkap bahkan harga.

Sayangnya poster atau brosur hanya menjangkau orang yang mendapatkanya, rentan hilang, maupun rusak (sobek). Selain itu biaya pembuatannya juga relatif mahal untuk penggunaan kertas yang berkualitas dan full color. Hindari pembuatan brosur yang kualitasnya jelek karena kurang enak dilihat.

3. Sponsor Event
Ketika ada kegiatan event baik konser maupun pertunjukan lainnya, biasanya ada perusahaan komersil yang menjadi sponsor atau mendukung pembiayaan. Semakin besar skala event-nya maka semakin mahal biaya yang dikeluarkan. Produk Anda bisa cepat dikenal khalayak ramai pada event.

Sayangnya dengan biaya besar promosinya sangat terbatas sehari atau dalam waktu event berlangsung saja. Dan apakah Anda yakin bahwa produk diperhatikan para pengunjung event?
😀🙏

No comments:

Post a Comment