Catatan :
Duplicate content itu ada toleransinya karena banyak hal nggak bisa dihindari diantaranya :
(1) kalau web kita di review orang, kan pasti ada cuplikannya (preview) dan itu udah pasti duplicate dengan sumber (web kita).
.
(2) di dalam website sendiri ada related post,popular post, yang isinya pasti mencuplik sumber (preview), dan itu udah pasti duplicate dengan sumber.
.
(3) belum termasuk kutipan perkataan tokoh, kata filsafat, kutipan ayat, puisi, resep masak, dst.
.
Itu logikanya. Tapi namanya cuplikan, rata-rata porsinya hanya 20-30%. Intinya bahwa duplicate content masih ditolerir oleh gugel.
.
Lalu bagaimana dengan lagu dan undang-undang yang isinya lebih banyak yang sama persis? Sama aja. Nantinya antara web yang sama akan dibandingkan berdasarkan "relevansi" dan "kekayaan" konten. Mana yang punya nilai lebih, akan diprioritaskan untuk muncul di halaman 1.
.
Ibaratnya, kayak kita aja gitu, kalo ada beberapa tukang duren yang jual harga yang sama Rp.50.000,- maka kita akan cari yang isinya lebih banyak, yang wanginya lebih harum, yang tampilan kulitnya lebih cerah, dst. Google akan selalu memberi prioritas pada website yang memberikan nilai lebih untuk pengunjungnya. Inget, gugle itu bisnis penyedia informasi.
.
Google bisa membedakan mana web lagu, mana web jurnal (blog), mana web masak, mana web jualan, dst. Caranya gimana? berdasarkan kecenderungan atau kata yang dominan. Contoh, kalau banyak menyebut "rendang","gule ayam" ada kecenderungan halaman tersebut membahas "nasi padang". Tapi kalau menyebut "nasi padang" ya sudah pasti halaman artikel tersebut membahas "nasi padang". Itu sebabnya google melakukan crawling untuk mengidentifikasi isi suatu website. Nah kita juga bisa memahami seperti apa cara kerja crawler google. Gimana caranya? Ekstrak! Bukan cuma manggis yang bisa diekstrak :D
.
Happy weekend :)
.
Saturday, April 29, 2017
Duplicate conten menurut diar seonubi di status fbnya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment