Enggak Pernah Cutloss
Perhatian: postingan ini panjang & buat apresiasi diri
#IzmulMencariUang
Kata pepatah:
✅ Cuan dan gak discreenshot itu sama kayak pakai baju baru tengah malam: enggak ada yang lihat!
Karena di luar sana
✅ Banyak yang masih rugi
✅ Banyak juga yang lebih untung, tapi gak tau tahun depan bisa untung lagi apa enggak
✅ Banyak yang untung +1000%, tapi cuma 1% asetnya yang dibelikan saham itu
Aku sendiri penganut value investing. Kalau kamu tau metode ini, pasti tau kenapa aku gak pernah cutloss
Aku ingat pas beli saham PNLF, desember 2020. Ya awalnya banyak diketawain, karena saham ini turun terus.
Kata mereka
➡️ Grup Panin gak pernah bagi dividen koh
➡️ Bisnis asuransi bakal mati, banyak penipuan
➡️ Value trap, aslinya itu perusahaan sampah
➡️ Naik turun saham itu tergantung bandar
Tapi aku kan kepala batu ya, jadi tetap beli 😂
Waktu itu, harga sahamnya cuma Rp240. Tapi, kamu bakalan dapet aset Rp700.
Perihal besok harganya turun ke Rp160, itu urusannya dengan pasar. Urusanku dengan perusahaan hanya satu: asetku di sana senilai Rp700 per lembar saham yang ku miliki
Dan bertambah menjadi Rp800+ tahun depannya, karena perusahaannya untung
Ulasan lengkapku soal Value Investing dan PNLF ada di sini yaa
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3733192590098899&id=100002245830465
Metode ini juga aku pakai buat saham lain
Aku beli berapa lembar? Wah itu urusan dapurku yaa. Tapi nilainya lebih dari 5% asetku.
PTBA lebih gila lagi, 40% dari aset ahahaa
Tapi investasi paling beraniku justru bukan dari saham PTBA ini, -walau secara nominal paling besar. Investasi terbesarku malah di Suta Kanan Investment yang kami mulai justru TANPA MODAL
✅ Saat aku dan partnerku bikin Suta Kanan, buatku ini bukan hanya soal nambah income, tapi juga ajang membuktikan diri
And I did it. Di gambar adalah beberapa saham yang sempet aku screenshot yang untungnya +100%
Tentu enggak semua saham naik segitu. Ada juga yang naiknya cuma 30%, 20%, atau cuma 10%
Ada juga yang rugi, kayak HMSP. Walau sebenarnya masih untung berkat dividen
Jadi kalau dirata-rata, di aplikasi Ajaib kenaikan asetku sekitar 50% setahun ini
Kalau di aplikasi Mandiri Sekuritas (asetku terbanyak di sini), aku hitung manual dapet sekitar +75%. Terima kasih ke saham-saham batubara dan properti
✅ Yuk coba evaluasi bareng-bareng. Kira-kira setahun ini asetmu udah naik berapa?
Apakah...
✅ Rp1 juta ➡️ Rp1,75 juta
✅ Rp100 juta ➡️ Rp175 juta
✅ Rp100 miliar ➡️ Rp175 miliar
Atau malah rugi?
Soal nominal, jangan bandingin deh, karena kemampuan orang beda-beda. Tugas kita sebagai investor adalah bandingin diri kita hari ini sama kemarin, bukan sama orang lain
Tapi jejak digital dan pandanganku soal saham-saham ini bisa kamu lihat di grup ku
https://t.me/sutakananinvestment
Oke, balik lagi ke PNLF. Udah 1,5 tahun sejak aku beli sahamnya. Apakah worth it buat nunggu selama itu?
Coba kita bandingkan, kalau kita invest 1,5 tahun ke sini:
✅ Tabungan bank ➡️ 1,5%
✅ Deposito ➡️ 7,5%
✅ Obligasi ➡️ 8%
✅ PNLF ➡️ 117%
Tapi percayalah, aset naik segitu banyak bukan karena aku hebat, tapi karena aku beruntung
Panutanku, Warren Buffett secara rata-rata cuma naikkin aset 20% setahun. Siapa aku?
Aku yakin akan ada masanya investasiku juga turun, sehingga rata-rata sekitaran 20% setahun juga.
Beberapa tahun ini, aku memang sering berada di waktu dan tempat yang tepat aja. Enggak ada hebat-hebatnya, biasa aja
Harapannya, semoga performa ini bakal jadi modal awal investasiku ke depan, entah di dunia saham maupun bisnis
Aku enggak mendorong kamu ngikutin metodeku. Karena aku paham enggak semua orang siap nungguin saham bertahun-tahun.
Rugilah di masa-masa awal investasimu, dan temukan sendiri jalanmu. Start small, fail smaller, learn bigger.
Karena beli saham itu gak cuma soal nyari untung, tapi juga soal mengenal diri sendiri
Ngomongin soal rugi, kalau kamu baru mulai investasi 2-3 tahun ini, take your time. Aku sendiri mulai investasi tahun 2015, sampai 2017 tuh masih rugi. Pernah sampai hilang 50% aset karena beli saham gorengan
Take your time. Karena investor sejati enggak hanya cari uang, tapi juga kesabaran
No comments:
Post a Comment