Wednesday, October 18, 2023

Enggak Pernah Cutloss

 Enggak Pernah Cutloss


Perhatian: postingan ini panjang & buat apresiasi diri

#IzmulMencariUang


Kata pepatah:


✅ Cuan dan gak discreenshot itu sama kayak pakai baju baru tengah malam: enggak ada yang lihat!


Karena di luar sana

✅ Banyak yang masih rugi

✅ Banyak juga yang lebih untung, tapi gak tau tahun depan bisa untung lagi apa enggak

✅ Banyak yang untung +1000%, tapi cuma 1% asetnya yang dibelikan saham itu


Aku sendiri penganut value investing. Kalau kamu tau metode ini, pasti tau kenapa aku gak pernah cutloss


Aku ingat pas beli saham PNLF, desember 2020. Ya awalnya banyak diketawain, karena saham ini turun terus.


Kata mereka

➡️ Grup Panin gak pernah bagi dividen koh

➡️ Bisnis asuransi bakal mati, banyak penipuan

➡️ Value trap, aslinya itu perusahaan sampah

➡️ Naik turun saham itu tergantung bandar


Tapi aku kan kepala batu ya, jadi tetap beli 😂


Waktu itu, harga sahamnya cuma Rp240. Tapi, kamu bakalan dapet aset Rp700.


Perihal besok harganya turun ke Rp160, itu urusannya dengan pasar. Urusanku dengan perusahaan hanya satu: asetku di sana senilai Rp700 per lembar saham yang ku miliki


Dan bertambah menjadi Rp800+ tahun depannya, karena perusahaannya untung


Ulasan lengkapku soal Value Investing dan PNLF ada di sini yaa

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3733192590098899&id=100002245830465


Metode ini juga aku pakai buat saham lain


Aku beli berapa lembar? Wah itu urusan dapurku yaa. Tapi nilainya lebih dari 5% asetku.


PTBA lebih gila lagi, 40% dari aset ahahaa


Tapi investasi paling beraniku justru bukan dari saham PTBA ini, -walau secara nominal paling besar. Investasi terbesarku malah di Suta Kanan Investment yang kami mulai justru TANPA MODAL


✅ Saat aku dan partnerku bikin Suta Kanan, buatku ini bukan hanya soal nambah income, tapi juga ajang membuktikan diri


And I did it. Di gambar adalah beberapa saham yang sempet aku screenshot yang untungnya +100%


Tentu enggak semua saham naik segitu. Ada juga yang naiknya cuma 30%, 20%, atau cuma 10%


Ada juga yang rugi, kayak HMSP. Walau sebenarnya masih untung berkat dividen


Jadi kalau dirata-rata, di aplikasi Ajaib kenaikan asetku sekitar 50% setahun ini


Kalau di aplikasi Mandiri Sekuritas (asetku terbanyak di sini), aku hitung manual dapet sekitar +75%. Terima kasih ke saham-saham batubara dan properti


✅ Yuk coba evaluasi bareng-bareng. Kira-kira setahun ini asetmu udah naik berapa?


Apakah...

✅ Rp1 juta ➡️ Rp1,75 juta

✅ Rp100 juta ➡️ Rp175 juta

✅ Rp100 miliar ➡️ Rp175 miliar


Atau malah rugi?


Soal nominal, jangan bandingin deh, karena kemampuan orang beda-beda. Tugas kita sebagai investor adalah bandingin diri kita hari ini sama kemarin, bukan sama orang lain


Tapi jejak digital dan pandanganku soal saham-saham ini bisa kamu lihat di grup ku

https://t.me/sutakananinvestment


Oke, balik lagi ke PNLF. Udah 1,5 tahun sejak aku beli sahamnya. Apakah worth it buat nunggu selama itu?


Coba kita bandingkan, kalau kita invest 1,5 tahun ke sini:

✅ Tabungan bank ➡️ 1,5%

✅ Deposito ➡️ 7,5%

✅ Obligasi ➡️ 8%

✅ PNLF ➡️ 117%


Tapi percayalah, aset naik segitu banyak bukan karena aku hebat, tapi karena aku beruntung


Panutanku, Warren Buffett secara rata-rata cuma naikkin aset 20% setahun. Siapa aku?


Aku yakin akan ada masanya investasiku juga turun, sehingga rata-rata sekitaran 20% setahun juga.


Beberapa tahun ini, aku memang sering berada di waktu dan tempat yang tepat aja. Enggak ada hebat-hebatnya, biasa aja


Harapannya, semoga performa ini bakal jadi modal awal investasiku ke depan, entah di dunia saham maupun bisnis


Aku enggak mendorong kamu ngikutin metodeku. Karena aku paham enggak semua orang siap nungguin saham bertahun-tahun.


Rugilah di masa-masa awal investasimu, dan temukan sendiri jalanmu. Start small, fail smaller, learn bigger.


Karena beli saham itu gak cuma soal nyari untung, tapi juga soal mengenal diri sendiri


Ngomongin soal rugi, kalau kamu baru mulai investasi 2-3 tahun ini, take your time. Aku sendiri mulai investasi tahun 2015, sampai 2017 tuh masih rugi. Pernah sampai hilang 50% aset karena beli saham gorengan


Take your time. Karena investor sejati enggak hanya cari uang, tapi juga kesabaran

No comments:

Post a Comment