Gimana caranya mulai investasi saham modal Rp100 Ribu?
π️ Long Post
#IzmulMencariUang
Buat yang belum tau, saham itu surat kepemilikan atas sebuah perusahaan
Misalkan, ada orang punya warung makan. Total aset bersihnya Rp100 juta
Terus kamu beli saham di warung itu Rp10 juta, atau 10% dari total aset bersihnya. Dengan kata lain, kamu memiliki 10% dari warung tadi
Misalkan warungnya bulan ini untung Rp20 juta, maka kamu berhak dapet 10%-nya alias Rp2 juta
Simpel kan?
➡️ "Terus kalau rugi gimana bang?"
➡️ "Emang ada bang warung bisa dibeli Rp100 ribu?"
➡️ "Kalau butuh duitnya bisa dijual gak bang?"
➡️ "Kalau dapet perusahaan jelek gimana bang?"
➡️ "Aku masih kejebak pinjol bang, gimana?"
Nah baca terus sampai bawah yaa. Nanti ketemu jawabannya
Di sini, yang aku tulis bukanlah cara beli saham warung pinggir jalan, tapi perusahaan besar. Kita ngomongin BCA, Telkom, Gojek, dan sejenisnya
✅ Cara belinya gimana?
Kamu harus beli ke namanya perusahaan sekuritas/broker/pialang/anggota bursa (istilahnya banyak banget, tapi semuanya sama kok)
Buat pemula, aku rekomendasi 2 ini
➡️ Ajaib
➡️ Stockbit
Kamu gak perlu ke kantornya, cukup download aplikasinya kok. Contohnya Ajaib di sini:
Android
https://play.google.com/store/apps/details?id=ajaib.co.id
iOS
https://apps.apple.com/id/app/ajaib-beli-saham-reksadana/id1473916571
Kamu bisa pakai kode referalku biar dapet saham gratis
✅ izmu562
Terus bikin akun, siapin KTP sama nomor rekening yaa. Bebas rekening apa aja
Tapi disclaimer, aku sendiri pakainya Mandiri Sekuritas. Karena pas pertama daftar tahun 2015 belum ada Ajaib sama Stockbit
Dan kebetulan, Mandiri Sekuritas ngadain seminar di kampusku, sekalian mereka bikinin rekening saham. Keterusan sampai sekarang
Tapi aku gak rekomendasi Mandiri Sekuritas buat pemula, karena fee broker mereka kurang ramah
"Fee broker apa bang?"
Kayak biaya layanan kalau kita pakai aplikasi mereka. Tapi gak banyak kok, kalau kamu beli saham Rp100 ribu, biaya layanannya paling Rp150 doang
Tapi di Mandiri Sekuritas, biayanya Rp5 ribu. Cukup menguras kantong. Makanya buat pemula aku rekomendasi Ajaib atau Stockbit
Oh ya, semua sekuritas bisa mulai investasi dari Rp100 ribu kok. Jangan percaya kalau ada yang bilang minimalnya Rp10 juta, biasanya ini perkataan sales
✅ "Oke bang, aku udah daftar. Selanjutnya gimana?"
Sebelumnya kamu harus tau, ada 2 cara dapet untung di saham
π Harga sahammu naik. Misalkan kamu beli saham harganya Rp100 ribu, bulan depan jadi Rp120 ribu, maka kamu untung Rp20 ribu. Ini disebut capital gain
π Pembagian keuntungan perusahaan, kayak ilustrasi warung makan di awal tulisan ini, namanya dividen
Tapi di sisi lain, ini risikonya
π Harga saham bergerak tiap hari (hari kerja, dari jam 9 sampai 4 WIB). Tentu saja harga sahamnya bisa turun. Ini namanya capital loss
π Perusahaannya bangkrut
"Loh kalau perusahaannya rugi gimana bang? Apa kita nanggung kerugiannya juga?"
Baca pelan-pelan yaa: enggak secara langsung
Misalkan kasus warung yang aku bahas di awal tadi. Kita punya 10% kepemilikan, terus warungnya rugi Rp20 juta. Apa kita harus setor uang ke warungnya Rp2 juta? Enggak
"Biasanya" kalau warung rugi, ini yang terjadi
➡️ Kita gak dapat pembagian keuntungan alias dividen
➡️ Warungnya kan rugi Rp20 juta, otomatis aset bersihnya berkurang dari Rp100 juta ke Rp80 juta. Maka sahammu yang awalnya Rp10 juta jadi tinggal Rp8 juta
✅ "Oke bang, aku udah paham. Terus saham apa nih yang harus ku beli?"
Ada banyak cara buat pilih saham. Secara garis besar ada 2
➡️ Fundamental. Di sini kita bener-bener melihat kinerja perusahaannya, dari bisnisnya apa, keuangannya gimana, hingga manajemennya bagus atau enggak. Biasanya cara fundamental identik sama investasi jangka panjang, minimal 3 tahun
➡️ Teknikal. Di sini kita melihat data masa lalu untuk menentukan pergerakan sahamnya di masa depan. Identik sama investasi jangka pendek, walau dipakai jangka panjang juga bisa
Untuk pemula, saranku coba aja semua
Tapi mulai dari modal kecil dulu, kayak Rp100 ribu. Ibaratnya kalau untung syukur, kalau rugi anggap uang belajar
Di youtube sebenarnya banyak yang bikin konten tentang 2 analisis ini. Tapi jujur aja, materinya kurang terstruktur, pisah-pisah, dan belum tentu sesuai sama kebutuhanmu
Misalnya, kamu pekerja kantoran yang gak bisa cek saham di siang hari karena kerja. Kamu gak cocok analisis teknikal karena di sini kamu harus sering pantau sahamnya
Atau kamu lagi pengen nabung buat beli rumah 4 tahun lagi. Maka cocok di analisis fundamental. Tapi fundamental banyak cabangnya, ada yang value investing, core investing, cyclical investing, dan banyak lagi
Aku sendiri butuh waktu 2 tahun buat belajar ini semua
Di akun ini, aku sering banget share soal saham. Jadi kalau kamu mau tau lebih lanjut biar gak perlu nunggu 2 tahun kayak aku:
➡️ Save dan share postingan ini buat dibaca nanti
➡️ Add/follow akun ini biar kamu update soal saham (aku juga share banyak meme lucu)
➡️ Kalau kamu pengen belajar lebih lanjut atau konsultasi soal keuangan, chat aja
✅ "Bang ini kalau ku hantam beli Rp100 juta sekalian aman kah?"
Sebenarnya aman aja. Ini bukan aplikasi scam kayak Jombingo atau Vtube kok
Soal diawasi OJK gak perlu kamu pertanyakan lagi
Dalam 20 tahun terakhir, dari ratusan sekuritas, hanya ada 2 yang bangkrut. Itu pun pas 2008, karena krisis, dan uang nasabahnya dipindah ke sekuritas lain, jadi tetap aman
Belum ada cerita aplikasi baru setahun udah hilang, scam
Karena Ajaib, Stockbit, Mandiri Sekuritas, dan lain-lain itu aplikasi serius. Bahkan Mandiri Sekuritas itu aplikasi yang dibikin sama Bank Mandiri. Kalau aplikasinya hilang, kamu labrak aja kantornya dekat rumahmu
Uang dan saham kita juga sebenarnya enggak disimpan di aplikasi ini. Tapi disimpan di bank Kustodian
πΈ Ajaib ➡️ Disimpan di Bank BCA & Permata
πΈ Stockbit ➡️ BCA & Bank Jago
πΈ Mandiri Sekuritas ➡️ Tentu saja bank Mandiri
Jadi kalau kamu beli saham di Stockbit, keamanannya setara sama BCA
Siapa yang meragukan BCA?
Tapi disclaimer, saham tuh bukan jalan cepat menjadi kaya. Normalnya kita hanya untung 10-20% setahun
Misalnya modalmu Rp100 juta, maka normalnya setahun cuma untung Rp10-20 juta
Yes, kalau modalnya Rp100 ribu, normalnya untung cuma Rp10-20 ribu per tahun
Dikit banget yah? Iya, makanya kalau belum punya duit tuh kerja, jangan beli saham
Tapi kalau kamu menempatkan uang Rp100 ribu tadi buat belajar (belum cari uang), sangat worth it kok
Dan jangan bayangin kalau modalmu Rp100 juta
➡️ 2024 jadi Rp120 juta (untung 20%)
➡️ 2025 jadi Rp144 juta (compounding)
➡️ 2026 jadi Rp173 juta
Yang sering terjadi:
➡️ 2024 gak kemana-mana tetap Rp100 juta
➡️ 2025 rugi jadi Rp90 juta
➡️ 2026 tiba-tiba untung 2x lipat jadi Rp180 juta
Itu pun kalau cara investasinya bener. Makanya aku sangat rekomendasi investasi di ilmunya dulu
Lalu seiring waktu, tambah terus modalnya. Aku sendiri dulu nabung Rp200 ribu per bulan. Sekarang jangan ditanya lagi deh
Keuntungannya mungkin belum kamu rasain sekarang. Tapi 5-10 tahun ke depan, kamu akan berterima kasih pada dirimu sendiri karena belajar saham hari ini
✅ "Terus yang di gambar itu apa bang?"
Oh itu tabletku, harganya cuma Rp2 jutaan kok dah termasuk printilannya. Aku gak mau pamer kayak Indra Kenz
Sekalian nunjukin ke kalian kalau saham bukan jalan cepat menjadi kaya, karena aku juga belum kaya-kaya π
Tapi kalau kamu invest Rp1 juta sebulan, untung rata-rata 12% per tahun, kalau aku hitung di excel, selama 20 tahun asetmu harusnya hampir Rp1 miliar
Kalau kamu mulai di usia 25 tahun, kamu bakal dapetin ini di usia 45 tahun. Masih bugar
➡️ Bayangin kalau nabungnya lebih kenceng
➡️ Bayangin kalau kamu belajar saham sampai akarnya, dan dapet 20% setahun
Kira-kira asetmu udah berapa?
✅ "Share dong bang pengalamanmu di saham"
Aku kenal saham tahun 2013, karena waktu itu ada olimpiade Pasar Modal, dan aku tembus sampai tingkat nasional
Tapi, aku baru bikin rekening saham pas lulus SMA tahun 2015, dan kayak yang ku mention sebelumnya, Mandiri Sekuritas ngadain seminar + pembukaan rekening saham di kampusku
Awalnya, aku sisihin uang jajan Rp200 ribu per bulan buat beli saham
Tapi di 2 tahun pertama, aku rugi karena beli saham sembarangan
Asetku yang di tahun 2017 harusnya jadi Rp5 juta, tinggal sisa Rp2,5 juta aja. Buat mahasiswa, ini artinya gak makan sebulan
Makanya aku sangat saranin kamu buat invest ke ilmunya dulu, sambil belajar pakai modal kecil
➡️ Start small
➡️ Fail smaller
➡️ Learn bigger
Baru di tahun 2017, aku memutuskan buat fokus ke analisis fundamental. Terus aku investasi di saham PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) di harga Rp2.000 per lembar
Oh ya buat kamu yang belum tau, harga saham di aplikasi ditulis dalam satuan lembar
Tapi, belinya minimal 1 lot alias 100 lembar
Jadi modal minimal yang harus kamu keluarkan buat beli INKP seharga Rp2.000 = 2000x100 = Rp200 ribu
Sama fee broker sekitar 300 perak
Tapi tenang aja, banyak kok saham yang bisa dibeli di bawah Rp100 ribu. Contohnya PT Sidomuncul (SIDO, produsen Tolak Angin), sekarang 1 lot harganya cuma Rp60 ribuan
Lalu nama saham juga ditulis dalam kode 4 huruf
Telkom ➡️ TLKM
Bank Mandiri ➡️ BMRI
Unilever ➡️ UNVR
dan seterusnya
Apa pertimbanganku buat beli INKP waktu itu?
Padahal INKP ini perusahaan kertas, yang kalau dipikir, di zaman yang serba online harusnya kertas gak dipakai lagi
Tapi, ada perspektif lain
Kalau aku gak salah ingat, waktu itu aset bersih INKP sekitar Rp50 triliun. Tapi kalau kamu beli semua sahamnya, kamu hanya perlu keluarin uang Rp10 triliun. Lebih murah 5x lipatnya
Artinya kalau aku beli Rp2 juta, aku sebenarnya dapet aset bersih 5x lipatnya alias Rp10 juta. Gokil gak tuh?
Ini yang disebut saham murah
Dan ini bisa terjadi di dunia saham, walau gak sering
Selain itu
➡️ INKP perusahaan kertas skala dunia
➡️ Manajemennya gak pernah kena kasus korupsi
➡️ Utangnya dikit
➡️ Waktu itu harga kertas lagi naik karena banyak buat packing belanja online
Aku beli, dan hanya beberapa bulan, harga sahamnya naik +150% ke harga Rp5.000
Aku beli Rp2 jutaan ➡️ jadi Rp5 jutaan hanya dalam beberapa bulan. Lalu ku jual
Akhirnya uangku kembali pulih
Tapi agak nyesel, karena setahun kemudian, INKP naik ke harga Rp20.000, artinya kalau aku sabar setahun aja, uangku yang tadi bisa naik 10x lipat alias jadi Rp20 juta
Buat mahasiswa segini tuh banyak banget, bisa buat hidup hampir setahun di Jogja
Walau agak nyesel, tapi aku dapet yang lebih penting: pelajarannya. Di tahun-tahun setelahnya, aku udah jarang salah pilih saham
Ini sahamku yang harganya naik 2x lipat (yang ku inget)
➡️ 2017 INKP
➡️ 2018 PTBA
➡️ 2019 WEGE
➡ 2020 BRIS, ANTM
➡️ 2021 zonk wkwkwk
➡️ 2022 PTBA, BBNI, SMKL, PNLF
➡️ 2023 ABMM
Belum dividennya. Apalagi si PTBA itu dividennya super gede banget. Makanya aku berani beli 2x
Sekali lagi, aku berterima kasih pada diriku 10 tahun lalu karena memberanikan diri belajar saham
Dan dalam rentang waktu itu, secara pararel aku juga nambah penghasilanku lewat karir, self employee, dan bisnis
Tentu saham ada risikonya. Tapi kata Warren Buffett, investor tersukses sepanjang masa: risiko tuh datang dari ketidaktahuan
Jadi semakin kamu belajar, risikonya semakin dikit
Nah kalau kamu gimana?
Mau kenalan sama saham sekarang, atau 10 tahun lagi pas orang lain yang baca status ini udah kaya?
No comments:
Post a Comment